NASIONAL

Mulai Desember, TNI Jaga Kilang Pertamina Libatkan Pasukan AD dan BAIS

TNI Jaga Kilang Pertamina, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, bahas
Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (24/11/2025). (Bahas/Kemenhan)

JAKARTA โ€“ Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memastikan langkah strategis dalam pengamanan objek vital nasional. Mulai Desember mendatang, prajurit TNI jaga kilang Pertamina di berbagai daerah sebagai bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Keputusan ini disampaikan Sjafrie usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (24/11/2025). Pelibatan TNI bertujuan memastikan aset industri strategis yang berkaitan dengan kedaulatan negara tetap aman dan berfungsi optimal.

Libatkan TNI AD dan Intelijen BAIS

Dalam implementasinya, pengamanan fisik kilang minyak akan dilakukan oleh pasukan dari TNI Angkatan Darat (AD). Tidak hanya pengamanan fisik, Menhan juga melibatkan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI untuk deteksi dini ancaman.

12.262 Pasien Cuci Darah BPJS Dinonaktifkan, Menkes BGS Usul Reaktivasi Otomatis

“Kita akan laksanakan ini terhitung mulai Desember, dengan menugaskan pasukan-pasukan dari TNI Angkatan Darat,” ujar Sjafrie.

Ia menambahkan, peran intelijen sangat krusial dalam operasi ini. “Akan dipantau oleh Badan Intelijen Strategis (BAIS) untuk bisa mengetahui hal-hal yang mungkin perlu kita ketahui sebagai suatu ancaman yang potensial, yang mungkin muncul, sehingga kita bisa mengantisipasi pengamanan secara fisik,” jelasnya.

Landasan Hukum OMSP

Sjafrie menegaskan bahwa pelibatan TNI dalam menjaga aset strategis nasional seperti Pertamina memiliki landasan hukum yang kuat. Hal ini diatur dalam revisi Undang-Undang TNI.

13,5 Juta Peserta Nonaktif, Kemensos Buka Opsi Reaktivasi PBI JKN Lewat Pemutakhiran Data

“Tugas-tugas pengamanan instalasi strategis, khususnya yang dimiliki oleh Pertamina, ini juga bagian dari OMSP dan ada di dalam revisi Undang-Undang TNI yang 14 pasal itu,” tegas purnawirawan jenderal bintang tiga tersebut.

Peran Batalyon Teritorial Pembangunan

Pengamanan industri strategis ini juga terintegrasi dengan pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP). Sjafrie mengungkapkan bahwa TNI telah membentuk lebih dari 100 BTP tahun ini, dengan target penambahan 150 batalyon setiap tahunnya.

“Ini tentunya tidak dimaksudkan untuk kebutuhan ambisi teritorial, tetapi semata-mata untuk menjaga keutuhan wilayah dan pengamanan serta menyelamatkan kepentingan nasional, serta menjaga industri strategis yang mempunyai kaitan dengan kedaulatan negara,” pungkas Sjafrie.

Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien, 5 Solusi Kisruh BPJS Disepakati

Dengan pengawalan ketat ini, diharapkan kilang minyak Pertamina dapat beroperasi maksimal untuk mendukung kemakmuran rakyat tanpa gangguan keamanan.

ร—
ร—