BANDA ACEH โ Menanggapi eskalasi bencana hidrometeorologi yang kian meluas di Provinsi Aceh, Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., mengambil langkah tegas.
Pangdam memerintahkan seluruh jajarannya untuk siaga penuh dan Kodam IM kerahkan personel ke garis terdepan guna membantu pemerintah daerah menanggulangi dampak banjir yang telah merendam sembilan kabupaten/kota.
Instruksi ini dikeluarkan menyusul data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) yang mencatat lebih dari 46 ribu jiwa terdampak banjir dan longsor sejak sepekan terakhir.
Siagakan Pasukan Reaksi Cepat (PRCPB)
Dalam keterangannya di Banda Aceh, Kamis (27/11/2025), Pangdam IM menegaskan bahwa Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) dari Batalyon Komposit kini dalam kondisi siap tempur untuk misi kemanusiaan.
“Kehadiran PRCPB bertujuan mempercepat respons terhadap bencana, khususnya di wilayah yang terdampak paling parah. Pasukan ini telah disiapkan untuk mendukung penanganan bencana secara cepat, tepat, dan terintegrasi di seluruh Aceh,” tegas Mayjen Joko Hadi Susilo.
Pangdam menekankan bahwa penanggulangan bencana adalah amanat undang-undang bagi TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Ia meminta prajurit tidak hanya fokus pada evakuasi fisik, tetapi juga memberikan rasa aman.
“Prajurit TNI harus mampu bergerak cepat dan tepat, sekaligus menunjukkan sikap humanis kepada warga yang sedang tertimpa musibah,” tambahnya.
9 Daerah Tetapkan Status Darurat
Langkah militer ini sejalan dengan kondisi kritis di lapangan. Plt. Kepala Pelaksana BPBA, Fadmi Ridwan, melaporkan bahwa banjir dan longsor yang terjadi sejak 18 hingga 26 November 2025 telah berdampak pada 14.235 kepala keluarga atau setara 46.893 jiwa. Sebanyak 1.497 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi.
“Saat ini, sembilan kabupaten/kota di Aceh telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi,” ungkap Fadmi.
Wilayah yang terdampak parah meliputi Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Bireuen, Langsa, hingga Aceh Singkil. Di Aceh Timur misalnya, ribuan rumah di 12 kecamatan terendam. Sementara di Aceh Singkil, banjir mencapai ketinggian 80 sentimeter akibat luapan Sungai Lae Cinedang.
Sinergi Lintas Sektoral
Pangdam IM menyadari bahwa penanganan bencana skala masif ini memerlukan kolaborasi solid. Sinergi antara TNI, Polri, BPBA, Basarnas, dan pemerintah daerah menjadi kunci percepatan pemulihan.
Prajurit Kodam IM diinstruksikan untuk membantu distribusi logistik ke wilayah terisolir, seperti yang terjadi di Bener Meriah dan Gayo Lues akibat longsor, serta memastikan keamanan harta benda warga yang ditinggal mengungsi.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

