NASIONAL

Klarifikasi Bantuan China untuk Mualem, Menhan: Itu Personal, Bukan Bantuan Asing Resmi

Bantuan Bencana Sumatera, mualem, bahas
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf berjalan beriringan dengan Mneteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin yang ikut dalam rombongan Presiden RI, Prabowo Subianto yang diantar pulang pemberangkatannya, Senin (8/12/2025) di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. (Bahas/Humas Pemprov Aceh)

MAKASSAR โ€“ Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, memberikan respons tegas terkait polemik penerimaan bantuan luar negeri oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), untuk penanganan banjir dan longsor.

Sjafrie mengklarifikasi bahwa bantuan yang datang dari China tersebut bersifat personal kepada Gubernur, bukan bantuan resmi antar-negara.

Ia menekankan bahwa pemerintah pusat memiliki kapasitas penuh untuk mengelola bantuan bencana Sumatera secara mandiri tanpa bergantung pada pihak asing.

Hasil Sidang Isbat: Awal Puasa Pemerintah Mulai Kamis 19 Februari, Beda Sehari dengan Muhammadiyah

Saat berada di Makassar, Selasa (9/12/2025), Sjafrie meluruskan persepsi publik mengenai kehadiran tim dari China di Aceh. Menurutnya, hal tersebut tidak melalui mekanisme G-to-G (Government to Government).

โ€œSebetulnya yang dimaksud itu adalah personal yang dari Cina itu, itu bukan bantuan asing, itu bantuan personal kepada Mualem yang mau mencari jasad-jasad dari para korban bencana,โ€ jelas Sjafrie.

Penegasan ini penting untuk memastikan bahwa kedaulatan dalam penanggulangan bencana nasional tetap berada di bawah kendali pemerintah pusat.

Sambut Idul Fitri 2026, Pemerintah Aceh Siapkan 25 Rute Mudik Gratis Darat dan Laut

Evaluasi Presiden: Bangsa Kita Mampu

Menhan mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kesimpulannya, skala bencana saat ini masih dalam jangkauan kemampuan nasional.

โ€œBeliau sudah mengambil suatu evaluasi bahwa bencana ini adalah bencana yang bisa kita atasi oleh bangsa sendiri,โ€ tegasnya.

Sjafrie membandingkan situasi saat ini dengan Tsunami Aceh 2004 silam. Jika dulu Indonesia mengalami kesulitan karena keterbatasan sumber daya, kini kondisi pertahanan dan logistik negara sudah jauh lebih siap dan mandiri.

Jelang Sidang Isbat, NU Aceh Ajak Warga Ikuti Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 2026

Kekuatan Logistik dan Medis Memadai

Pemerintah mengklaim memiliki alutsista lengkap dari tiga matra TNI (Darat, Laut, Udara) yang siap dimobilisasi kapan saja. Selain itu, dukungan tenaga medis dari universitas dan ketersediaan obat-obatan dinilai sangat mencukupi.

โ€œKita mempunyai logistik yang cukup, kita punya obat-obatan yang cukupโ€ฆ Dan ini kita kolaborasikan menjadi satu sistem penanggulangan bencana,โ€ ujarnya.

Dengan sumber daya yang ada, Menhan optimistis pemulihan pascabencana di tiga provinsi terdampak dapat diselesaikan dengan kekuatan bangsa sendiri.

Beban Utang Whoosh Rp 1,2 Triliun per Tahun Akan Ditanggung APBN

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

ร—
ร—