PIDIE JAYA โ Tawa riang anak-anak kembali terdengar di posko pengungsian Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen, Aceh, yang sebelumnya diselimuti kecemasan akibat banjir bandang. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) hadir langsung ke lokasi bencana dengan menurunkan unit Mobil Dukungan Psikososial Kemkomdigi.
Dilansir dari InfoPublik, berkolaborasi dengan Yayasan Geutanyoe dan Save The Children, tim ini menyusuri empat titik pengungsian terisolir selama tiga hari (7-9 Desember 2025) untuk memberikan pendampingan psikologis sekaligus edukasi digital kepada 412 anak dan 88 orang tua.
Misi kemanusiaan ini menyasar lokasi-lokasi yang aksesnya sempat terputus dan berjarak lebih dari 190 kilometer dari Banda Aceh. Titik-titik tersebut dipilih berdasarkan konsentrasi anak terdampak paling tinggi.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Minggu (7/12/2025) di Posko Meunasah Krueng, Pidie Jaya, yang diikuti 100 anak. Keesokan harinya, tim bergerak ke Posko Meunasah Balek dan Gampong Grong-Grong Capa. Puncaknya, pada Selasa (9/12/2025), layanan menyambangi Posko Balee Panah di Kecamatan Juli, Bireuen.
“Kami membuat anak-anak bermain bersama agar perlahan mereka bisa melepaskan trauma,” ujar Budi Luhur Ramadhansyah, Staf Yayasan Geutanyoe yang memimpin aktivitas lapangan.
Kegiatan dikemas dinamis mulai dari bernyanyi, menggambar, hingga dongeng. Budi menegaskan, kegiatan ini menjadi ruang belajar pengganti sementara sekolah yang rusak. “Semua anak dianggap pemenang agar tidak ada yang merasa gagal,” tambahnya.
Sisipkan Edukasi PP Tunas
Yang menarik, Kemkomdigi tidak hanya sekadar memberikan hiburan. Di tengah sesi trauma healing, tim menyisipkan materi penting mengenai keamanan digital sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).
Edukasi disampaikan dengan metode ramah anak melalui tokoh “Penjaga Dunia Digital”. Hal ini membuka mata para orang tua di pengungsian.
“Setelah banjir, anak-anak sering memegang ponsel untuk hiburan. Baru di sini kami mengerti risiko kontennya,” aku Pendi, salah satu pengungsi di Grong-Grong Capa.
Implementasi Asta Cita
Program ini merupakan wujud nyata implementasi agenda Asta Cita pemerintah dalam memberikan perlindungan inklusif pada situasi darurat.
Kemkomdigi berkomitmen memastikan bahwa pendampingan kelompok rentan, khususnya anak-anak, menjadi prioritas agar krisis bencana tidak berkembang menjadi trauma jangka panjang.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

