THAILAND โ Perjuangan kontingen Indonesia di SEA Games 2025 Thailand berakhir dengan manis dan bersejarah. Pasangan ganda putri tenis, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen, sukses mempersembahkan medali emas pamungkas setelah menaklukkan wakil tuan rumah di babak final, Jumat (19/12/2025).
Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan total perolehan medali Indonesia menjadi 91 emas, sebuah capaian impresif yang mencatatkan rekor prestasi tandang terbaik Merah Putih dalam 32 tahun terakhir.
Bertanding di National Tennis Development Center, Bangkok, Aldila/Janice tampil tanpa ampun menghadapi pasangan Thailand, Peangtarn Plipuech/Mananchaya Sawangkaew. Pasangan Indonesia menang dua set langsung dengan skor telak 6โ2, 6โ1.
Kemenangan ini melengkapi emas beregu putri yang sebelumnya juga mereka raih. Aldila mengungkapkan bahwa kunci kemenangan terletak pada kekompakan dan keberanian bermain agresif.
โPermainan kami hari ini lebih baik dibandingkan saat beregu. Kami bermain solid di poin-poin penting dan tetap agresif meskipun sudah unggul,โ ujar Aldila.
Janice Tjen menambahkan rasa syukurnya karena mampu bangkit meski sempat jatuh sakit usai nomor beregu. “Rasanya tentu sangat senang… Kami bersyukur bisa menutup SEA Games kali ini dengan medali emas,” tuturnya.
Secara keseluruhan, cabang olahraga tenis menyumbang tiga medali emas dan lima perunggu bagi Indonesia.
Rekor Terbaik dalam 3 Dekade
Raihan emas dari cabor tenis menggenapkan koleksi Indonesia menjadi 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu. Angka ini jauh melampaui target awal pemerintah yang mematok 80 emas pada Sea Games 2025.
Lebih istimewa lagi, koleksi 91 emas ini menjadi jumlah terbanyak ketiga yang pernah dibawa pulang Indonesia saat tidak menjadi tuan rumah, dan merupakan yang tersukses sejak SEA Games Singapura 1993 (32 tahun lalu).
Apresiasi Wamenpora dan Pengamat
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat memuji daya juang atlet yang tetap maksimal meski jadwal padat pada Sea Games 2025.ย
“Alhamdulillah, yang terpenting target utama sudah tercapai. Dari target 80 medali emas, kita berhasil melampauinya,” tegas Taufik.
Senada dengan Taufik, pengamat olahraga Gatot S. Dewa Broto menilai Indonesia telah lepas dari “mimpi buruk” prestasi tandang.
“Jika selama ini kita hanya bisa bermimpi kapan kita akan kembali ke masa kejayaan… inilah saatnya. Kita sudah berhasil lepas dari mimpi buruk selama 32 tahun terakhir saat menjadi peserta tamu SEA Games,” ujar Gatot.
Gatot berharap momentum ini menjadi motivasi kuat untuk persiapan menuju Asian Games 2026. “Kita harus ciptakan lagi sejarah baru dengan pencapaian tersukses di Asian Games mendatang,” tambahnya.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

