BERITA

Pulihkan Senyum Anak Pasca Banjir, Komunitas WACANA Gelar Trauma Healing di Aceh

Trauma Healing Korban Banjir
Relawan Yayasan Wacana saat memberikan dukungan psikososial dan mengajak bermain dan membaca kepada anak-anak korban banjir di Desa Geudumbak, Aceh Utara. Selain sembako, pemulihan trauma anak menjadi fokus utama pascabencana. (Bahas/Yayasan Wacana)

ACEH UTARA โ€“ Bencana banjir yang merendam Kabupaten Aceh Utara tak hanya menyisakan lumpur dan kerusakan fisik, namun juga trauma mendalam bagi kelompok rentan, khususnya anak-anak. 

Merespons kondisi ini, Yayasan Forum Pembaca Cendikia atau yang dikenal dengan komunitas WACANA bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik sekaligus memberikan pendampingan psikososial (psychosocial support) di lokasi terdampak parah.

Aksi kemanusiaan ini difokuskan di dua titik kritis, yakni di Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Seunuddon.

Prabowo Sediakan Lahan 4.000 Meter untuk Kantor Baru MUI dan Baznas

Pembina Yayasan WACANA, Juwita Desry Angraini, menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan membagikan beras atau mi instan. Menurutnya, pemulihan mental anak-anak adalah prioritas yang sering terlupakan.

“Bencana tidak hanya merenggut harta, tapi juga ketenangan anak-anak. Fokus kami pada dukungan psikososial adalah karena mereka belum memiliki mekanisme koping untuk mengatasi rasa takut dan cemas akan masa depan,” ujar Juwita.

Ia menambahkan, Yayasan Forum Pembaca Cendikia WACANA ingin memastikan mental generasi muda Aceh Utara tetap tangguh melewati masa pemulihan yang berat ini salah satunya dengan .

Cara Kemkomdigi Genjot Skill Digital: Siapkan 8.000 Akun Canva Pro Gratis

Di Kecamatan Langkahan, dampak banjir terasa sangat parah. Tim relawan bahkan menerima permintaan khusus dari pemuda setempat untuk mengadakan sesi trauma healing intensif, mengingat banyak anak yang terlihat terguncang jiwanya akibat terjangan banjir.

Selain masalah psikologis, warga juga mengeluhkan minimnya akses kesehatan yang stabil. Tokoh Tuha Peut setempat mengungkapkan belum adanya posko kesehatan yang menetap (standby 24 jam).

“Tim medis memang datang berkunjung, namun hanya bertahan beberapa jam. Warga kesulitan mendapatkan penanganan cepat di luar jam tersebut,” ungkap perwakilan warga kepada tim WACANA.

Olympian Nurul Akmal Jadi PPPK Paruh Waktu, Kemenpora Buka Suara

Yayasan WACANA berkomitmen untuk melanjutkan pendampingan ini dengan menggandeng berbagai komunitas. Yayasan juga kembali membuka pintu donasi bagi publik untuk tahap pemulihan selanjutnya.

Berbeda dengan bantuan pada umumnya, Yayasan WACANA memfokuskan penggalangan donasi lanjutan pada kebutuhan spesifik yang meliputi perlengkapan anak seperti alat permainan, buku bacaan, dan pakaian layak pakai. 

Selain itu, prioritas juga diarahkan pada penyediaan pangan sehat berupa bahan masakan segar seperti ikan, telur, tempe, dan sayuran guna perbaikan gizi pengungsi, serta penerimaan donasi tunai untuk mendukung operasional program pemulihan jangka panjang.

Interpol Resmi Terbitkan Red Notice Riza Chalid, Kini Jadi Buronan Internasional

“Diharapkan dengan sinergi berbagai pihak, anak-anak Aceh Utara dapat kembali tersenyum dan belajar dengan tenang,” pungkas Juwita.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

ร—
ร—