ACEH UTARA โ Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) bergerak cepat memulihkan hak sipil warga pascabencana.ย
Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK), Muhammad Nuh Al-Azhar, turun langsung memimpin layanan jemput bola adminduk korban banjir di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
Kehadiran tim pusat ini bertujuan memastikan warga yang kehilangan harta benda tetap memiliki akses terhadap layanan publik. Petugas di lapangan langsung melakukan pencetakan ulang dokumen vital seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), hingga akta kelahiran dan kematian yang rusak atau hanyut terbawa banjir.
Muhammad Nuh Al-Azhar menegaskan, layanan ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam situasi darurat. Ia menjamin kemudahan akses bagi warga terdampak.
“Pelayanan jemput bola ini menjadi bentuk kehadiran negara dalam situasi darurat,” ujarnya, Selasa (13/1). Ia memastikan seluruh warga terdampak tetap memperoleh akses layanan secara cepat, mudah, dan gratis.
Dalam skema pemulihan pascabencana di Pulau Sumatra, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah menetapkan 15 daerah prioritas percepatan pemulihan adminduk. Kabupaten Aceh Utara menjadi salah satu dari tujuh daerah prioritas di Provinsi Aceh, selain lima daerah di Sumatera Utara dan tiga di Sumatera Barat.
Muhammad Nuh mengapresiasi sinergi solid antara pusat dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Utara yang menjadi garda terdepan di lapangan.
“Kami melihat kebersamaan dan kesetiakawanan sosial tim yang sangat baik di sini. Sinergi seperti ini harus terus kita jaga,” katanya.
Selain layanan administrasi, Ditjen Dukcapil juga menyalurkan bantuan sosial berupa sembako dan kain sarung kepada korban. “Meskipun jumlahnya terbatas, bantuan ini kami harapkan bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak,” tambah Nuh.
Langkah percepatan adminduk korban banjir ini sangat krusial mengingat skala kerusakan yang luar biasa. Data Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mencatat banjir berdampak pada 433.064 jiwa (124.549 KK), dengan 54.795 jiwa di antaranya masih mengungsi.
Bencana ini juga menelan korban jiwa sebanyak 245 orang meninggal dunia dan enam orang dinyatakan hilang. Sementara itu, kerusakan infrastruktur hunian tercatat sangat parah: 3.506 rumah hilang tersapu air, 6.236 rusak berat, dan total 72.364 unit rumah sempat terendam.
Pemulihan dokumen kependudukan diharapkan menjadi langkah awal agar warga dapat segera bangkit menata kembali kehidupan sosial dan ekonominya.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

