JAKARTA – Kelompok Hamas melayangkan tudingan keras kepada Israel terkait pembatasan akses bantuan kemanusiaan Gaza. Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, pada Selasa (3/2/2026) menyebut Israel secara sengaja membatasi pasokan vital, termasuk bahan bakar dan gas untuk memasak, yang memperparah penderitaan pengungsi sipil di tengah kondisi musim dingin yang ekstrem.
Dalam pernyataan resminya, Hazem Qassem menegaskan bahwa tindakan pembatasan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata yang saat ini sedang berlangsung. Ia juga membantah klaim sepihak dari otoritas Israel mengenai volume bantuan yang masuk.
“Angka sebenarnya jauh di bawah separuh dari yang diumumkan dalam laporan resmi Israel,” ujar Qassem sebagaimana dilaporkan oleh Xinhua.
Kondisi ini dinilai sangat kritis mengingat kebutuhan warga Gaza yang melonjak tajam untuk menghadapi suhu dingin, sementara pasokan energi justru ditekan hingga titik minimal.
Dampak dari pembatasan bantuan kemanusiaan Gaza ini dirasakan langsung oleh tim penyelamat. Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa armada kendaraan operasional mereka kini tidak dapat beroperasi akibat krisis bahan bakar.
Situasi ini membatasi kemampuan petugas dalam menjalankan misi kemanusiaan dan penyelamatan darurat. Oleh karena itu, Pertahanan Sipil menyerukan kepada organisasi internasional dan badan kemanusiaan dunia untuk segera mengirimkan pasokan bahan bakar darurat guna mencegah kelumpuhan total layanan publik.
Di tengah polemik bantuan, kekerasan di lapangan masih terus terjadi. Sumber-sumber Palestina melaporkan kepada Xinhua bahwa seorang pria tewas akibat tembakan pasukan Israel di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada hari yang sama.
Selain itu, serangan udara juga dilaporkan terjadi di sebelah timur kota tersebut, serta adanya pembongkaran bangunan perumahan di wilayah timur Gaza City. Hingga berita ini diturunkan, pihak Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan pembatasan bantuan maupun insiden penembakan tersebut.
Otoritas kesehatan di Gaza mencatat, sejak gencatan senjata terbaru berlaku pada 10 Oktober 2025, sebanyak 529 warga Palestina tewas dan 1.462 lainnya mengalami luka-luka.
Sumber: Xinhua
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


