JAKARTA โ Anggapan bahwa penyakit kardiovaskular hanya menyerang kaum lanjut usia (lansia) kini harus dievaluasi ulang. Sebuah laporan medis terbaru menegaskan bahwa serangan jantung usia muda kian marak terjadi, bahkan menyasar kelompok produktif di rentang usia 20 hingga 30 tahun.ย
Data statistik menunjukkan fakta mengkhawatirkan, di mana satu dari setiap lima kematian akibat penyakit kardiovaskular kini terjadi pada orang di bawah usia 65 tahun.
Laporan yang dilansir dari Health.com pada Sabtu (7/2) menyebutkan bahwa kaum muda tidak kebal terhadap risiko mematikan ini. Secara medis, serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke jantung berkurang atau terhenti akibat penyempitan arteri.
Pada kelompok usia muda, kondisi darurat ini dipicu oleh akumulasi gaya hidup tidak sehat. Faktor risiko utama meliputi tekanan darah tinggi, kolesterol, obesitas, kebiasaan merokok, hingga diabetes. Selain itu, faktor genetik juga memegang peranan penting dalam meningkatkan kerentanan seseorang terhadap penyakit jantung.
Kenali Gejala: Wanita Kerap Alami Tanda Berbeda
Masyarakat diimbau untuk peka terhadap gejala serangan jantung yang bervariasi. Tanda klasik yang umum muncul antara lain nyeri dada, sesak napas, keringat dingin, mual, serta rasa sakit yang menjalar ke lengan, punggung, atau rahang.
Namun, kewaspadaan ekstra perlu ditingkatkan pada wanita. Kaum hawa sering kali mengalami gejala atipikal atau tidak khas yang membuat diagnosis menjadi menantang. Gejala tersebut meliputi sesak napas mendadak, mual muntah, serta nyeri pada punggung tanpa sakit dada yang dominan.
Belajar dari Kasus Nyata
Kasus serangan jantung usia muda bukan sekadar statistik. Eve Walker, misalnya, didiagnosis menderita kardiomiopati hipertrofik (pembesaran otot jantung) pada usia 28 tahun. Awalnya, sesak napas yang ia rasakan hanya dikira asma dewasa.
Kasus serupa dialami Kara Burns (39), seorang mantan perawat yang mengalami robekan arteri koroner spontan meski tidak merokok. Sementara itu, Rolanda Perkins (39) mengalami serangan jantung yang dipicu oleh stres pekerjaan tinggi dan kurang istirahat.
Langkah Mitigasi Sejak Dini
Para ahli menekankan pentingnya langkah pencegahan atau preventif. Pemantauan rutin tekanan darah dan kolesterol, serta pengelolaan stres menjadi kunci.
“Penerapan pola makan seimbang, rutin berolahraga, berhenti merokok, dan istirahat cukup adalah fondasi utama menjaga kesehatan jantung bagi generasi muda,” tulis laporan tersebut.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

