NASIONAL

Jusuf Kalla: Kalau Banjir Jangan Marahi Gubernur, Tapi Marahi Diri Sendiri

Jusuf Kalla Soal Banjir Jakarta
Jusuf Kalla dan Gubernur Pramono Anung memantau kondisi lingkungan di Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026). JK minta warga Jakarta introspeksi diri soal sampah penyebab banjir. Bahas/HO-Berita Jakarta

JAKARTA โ€“ Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK), memberikan pesan tegas kepada warga Ibu Kota terkait penanganan bencana tahunan. Dalam pernyataannya mengenai Jusuf Kalla soal banjir Jakarta, mantan Wakil Presiden RI tersebut meminta masyarakat untuk berhenti menyalahkan gubernur setiap kali banjir melanda.ย 

Hal ini disampaikannya saat meninjau kegiatan kerja bakti massal bertajuk โ€˜Jaga Jakarta Bersihโ€™ bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026).

Menurut JK, narasi yang selalu menyudutkan pemerintah daerah saat banjir terjadi perlu diluruskan. Ia menilai, akar permasalahan banjir di Jakarta sering kali bermula dari perilaku masyarakat yang kurang disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama kebiasaan membuang sampah di selokan dan sungai.

12.262 Pasien Cuci Darah BPJS Dinonaktifkan, Menkes BGS Usul Reaktivasi Otomatis

“Pokoknya kalau banjir, jangan marahi gubernur, marahi diri sendiri. Kenapa rumah saya tidak bersih? Kenapa selokan saya tidak bersih? Kenapa buang sampah di sungai? Lihat apa yang diangkut itu, semua sampah,” tegas JK di lokasi kerja bakti.

JK menekankan bahwa penanganan banjir adalah tanggung jawab kolektif. Pemerintah Daerah (Pemda) memang memiliki kewajiban menyediakan armada pengangkut sampah, namun menjaga kebersihan lingkungan adalah kewajiban setiap individu.

Dalam kesempatan tersebut, PMI turut memberikan bantuan alat kebersihan seperti sekop untuk mendukung kegiatan warga. JK juga mengajak sektor swasta untuk lebih peduli.

13,5 Juta Peserta Nonaktif, Kemensos Buka Opsi Reaktivasi PBI JKN Lewat Pemutakhiran Data

“Yang angkut ya Pemda, tapi yang bersihkan kita. Ya kalau masih butuh sekop, kita bantu sekop. Tapi banyak perusahaan-perusahaan besar yang bisa bantu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, JK mengingatkan bahwa dampak banjir tidak hanya dirasakan oleh masyarakat kecil di bantaran sungai, tetapi juga merugikan sektor bisnis dan perusahaan besar. Gangguan mobilitas akibat banjir secara langsung menghambat produktivitas ekonomi Jakarta.

“Perusahaan yang besar jangan lupa Anda rugi kalau banjir. Karena pekerjanya telat datang, mungkin tidak datang, Anda telat di kantor, janji batal. Itu semua akibatnya ke kita semua. Bukan hanya rakyat kecil di sini,” pungkas JK.

Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien, 5 Solusi Kisruh BPJS Disepakati

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

ร—
ร—