JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) menorehkan catatan positif di bidang ekonomi pada satu tahun pertama kepemimpinan.
Pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi yang terkendali, hingga penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan ke level terendah sepanjang masa menjadi bukti fundamental ekonomi yang menguat. Optimisme ini juga tercermin dari rekor baru Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang membukukan level tertinggi sepanjang sejarah.
Pencapaian tersebut disampaikan langsung oleh jajaran Kementerian Keuangan dalam sejumlah kesempatan. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti stabilitas makroekonomi sebagai fondasi utama.
Fundamental Ekonomi yang Kuat dan Stabil
Pada Triwulan II-2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia bertahan di level tinggi 5,12%, menempatkannya sebagai salah satu yang tertinggi di antara negara-negara G20. Sementara itu, inflasi berhasil dijaga rendah pada 2,65% (yoy) dengan defisit APBN yang terkontrol ketat di 1,56% dari PDB.
“Saya yakin triwulan ketiga akan turun sedikit, tapi enggak apa-apa. Triwulan keempat tumbuhnya akan lebih cepat,” ungkap Menkeu Purbaya, yang optimistis kinerja ekonomi akan terus membaik hingga akhir tahun.
Strategi pengelolaan kas negara, termasuk penempatan dana Rp 200 triliun di perbankan, disebutnya sebagai langkah produktif untuk mendorong aktivitas ekonomi. “Karena tadi di sistem yang tadinya kering mulai ada uang yang cukup, anda hajar lebih jauh. Itu yang menimbulkan optimisme di ekonomi,” tandasnya.
Dampak Nyata pada Kesejahteraan Masyarakat
Indikator ketenagakerjaan dan kemiskinan menunjukkan perbaikan yang signifikan. Tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan menjadi 4,76% pada Februari 2025, merupakan angka terendah sejak krisis moneter 1998. Pada saat yang sama, angka kemiskinan turun ke level 8,47% pada Maret 2025, mencatatkan rekor terendah sepanjang sejarah Indonesia.
Dukungan dari Dunia Usaha dan Pasar Modal
Respons positif juga datang dari pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.257,86 pada 10 Oktober 2025. Pencapaian ini, menurut Menkeu, mencerminkan keyakinan pelaku pasar terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.
Dari sisi perdagangan internasional, Indonesia menjaga kinerja gemilang dengan mencatatkan surplus neraca perdagangan selama 64 bulan berturut-turut, dengan pertumbuhan 45,8% sepanjang Januari hingga September 2025.
Peran Strategis APBN dalam Mendukung Prioritas Nasional
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan bahwa APBN difungsikan sebagai instrumen strategis untuk mencapai tujuan nasional dan menopang pertumbuhan ekonomi. Hal ini disampaikan dalam acara “1 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran” di Jakarta.
“APBN yang kita kelola harus cukup fleksibel untuk menjalankan Asta Cita, delapan program prioritas Presiden, antara lain ketahanan pangan, ketahanan energi, MBG (Makan Bergizi Gratis), pendidikan, kesehatan, UMKM, pertahanan semesta, dan percepatan investasi,” kata Wamenkeu Suahasil.
Pada tahun pertama ini, pemerintah melakukan refocusing anggaran untuk program-program baru seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa Merah Putih. Selain itu, dialokasikan lebih dari Rp 400 triliun untuk pembangunan infrastruktur, seperti konektivitas, cetak sawah, dan kampung nelayan.
“Tugas APBN adalah menyukseskan investasi infrastruktur. Kita yakin bahwa dengan infrastruktur yang lebih baik akan menjadi landasan untuk pertumbuhan ekonomi,” ujar Suahasil.
Menutup diskusi, Wamenkeu menegaskan kunci utama peningkatan investasi terletak pada terciptanya iklim investasi yang sehat melalui kepastian hukum, reformasi struktural, perbaikan SDM, dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Sumber: Infopublik
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

