ACEH UTARA – Langit di atas Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, tampak cerah pada Senin (19/1/2026), secerah harapan yang kini tumbuh di hati warga setempat.
Beberapa waktu lalu, banjir bandang sempat meluluhlantakkan desa ini, menyisakan kerusakan parah pada jantung spiritual mereka: Masjid As-Syakirin. Atap yang bocor dan kanopi yang runtuh sempat memunculkan kecemasan mendalam: “Di mana kami akan bersujud saat Ramadan nanti?”
Namun, kecemasan itu perlahan sirna. Suara deru kendaraan pengangkut material bangunan memecah kesunyian desa, membawa kabar gembira tentang dimulainya renovasi Masjid As-Syakirin.
Sentuhan Kasih dari Negeri Jiran
Bantuan itu datang dari tangan-tangan yang tak terduga. Sebuah jalinan persaudaraan melintasi Selat Malaka. Pertubuhan Kebajikan Amanah Prihatin (PKAP) Malaysia, yang akrab disapa warga sebagai rombongan “Uncle Malaysia”, hadir mengulurkan tangan.
Muhammad Arif, Koordinator Relawan Majelis Hawil Khairaat dan Daarul Khairaat, tak bisa menyembunyikan rasa harunya saat melihat tumpukan seng, plafon, dan material baja ringan diturunkan di halaman masjid.
“Alhamdulillah, kami dapat bantuan dari ‘Uncle Malaysia’ dari PKAP,” ucap Arif dengan mata berbinar. Ia mengenang bagaimana delegasi dari Malaysia itu sempat datang langsung, menyusuri jalanan desa, dan melihat sendiri kondisi masjid yang “terluka”.
“Beliau tertarik dan tergerak hatinya untuk merenovasi Masjid As-Syakirin ini,” sambungnya.
Berpacu dengan Waktu
Kini, halaman masjid yang dulunya sunyi pasca-bencana berubah menjadi sibuk. Para relawan dan tukang bekerja dengan satu tujuan yang sama: mengejar waktu. Ramadan sudah di depan mata. Tidak ada yang ingin melewatkan syahdunya salat Tarawih pertama hanya karena atap masjid masih bocor.
Fokus perbaikan memang menyasar bagian paling vital. “Kami akan merenovasi atapnya, plafon, dan juga kanopi,” jelas Arif. Bagian-bagian inilah yang paling parah dihantam badai dan banjir, membuat masjid sempat tak layak digunakan saat hujan turun.
Target mereka ambisius namun penuh optimisme: satu minggu. Dalam tujuh hari ke depan, wajah muram Masjid As-Syakirin dijanjikan akan berganti menjadi wajah yang megah dan nyaman kembali.
Menyambut Bulan Suci dengan Senyuman
Bagi warga Lubok Pusaka, renovasi ini bukan sekadar perbaikan fisik bangunan. Ini adalah tentang memulihkan martabat dan kenyamanan beribadah.
Kepedulian PKAP Malaysia didasari oleh alasan yang sangat manusiawi dan relijius. Mereka tidak ingin saudara seiman di Aceh menyambut bulan puasa dalam kondisi memprihatinkan.
“Pihak Malaysia melihat kondisi ini memang harus direnovasi. Mereka takutnya, nanti saat puasa, tidak ada tempat yang layak untuk warga beribadah,” tutur Arif menutup perbincangan.
Sebentar lagi, suara azan Magrib di bulan Ramadan akan berkumandang. Dan berkat kolaborasi tulus antara relawan lokal dan dermawan Malaysia, warga Lubok Pusaka bisa menyambutnya di bawah atap masjid yang kokoh, sekuat ikatan persaudaraan mereka.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


