BANDA ACEH โ Kota Banda Aceh kembali mengukir prestasi gemilang di kancah nasional. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengumumkan bahwa IPM Banda Aceh tertinggi di Indonesia pada tahun ini dengan capaian angka 89,55.
Pengumuman membanggakan tersebut disampaikan Illiza di hadapan ribuan warga yang memadati Lapangan Blang Padang dalam acara Maulid Raya, Senin (24/11/2025). Capaian ini menjadi indikator nyata keberhasilan pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas hidup warganya.
Dalam sambutannya, Illiza menegaskan bahwa tingginya indeks tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari fokus kebijakan pemerintah kota yang memprioritaskan sektor pendidikan dan kesehatan.
“Alhamdulillah, tahun ini Banda Aceh kembali meraih IPM tertinggi di Indonesia dengan angka 89,55. Ini bukan hanya angka, tetapi bukti bahwa pembangunan di kota ini berpijak pada manusia, pendidikannya, kesehatannya, dan kualitas hidupnya,” ujar Illiza.
Menurutnya, status IPM Banda Aceh tertinggi ini adalah buah manis dari kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, dan seluruh elemen masyarakat. Tantangan selanjutnya, kata Illiza, adalah memastikan pemerataan hasil pembangunan ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan warga kota.
Raih Penghargaan Internasional di Seoul
Tak hanya jago kandang, Kota Banda Aceh juga menorehkan tinta emas di panggung global. Illiza membeberkan bahwa Banda Aceh baru saja menyabet Grand Prize dalam ajang internasional 4th CityNet SDG City Awards 2025 di Seoul, Korea Selatan.
Penghargaan ini diraih berkat inovasi Women in Waste Management: The WCP System, sebuah terobosan pengelolaan sampah yang memberdayakan perempuan.
“Dunia mengakui Banda Aceh sebagai kota yang tidak hanya membangun, tetapi juga menghadirkan solusi yang humanis, berkelanjutan, dan memberdayakan perempuan. Sebuah inovasi kecil dari Banda Aceh, namun memberi dampak besar bagi dunia,” jelas mantan anggota DPR RI tersebut.
Selain itu, prestasi di tingkat regional juga diraih dengan menyabet Juara Umum II pada MTQ Aceh ke-37 di Pidie Jaya.
Maulid Raya dan Pelestarian Budaya
Perayaan keberhasilan ini dirangkai dalam suasana religius Maulid Raya yang dipadukan dengan Festival Gerakan Kebudayaan Indonesia (Gayain) 2025. Acara ini dimeriahkan dengan parade idang (hidangan) maulid dari sembilan kecamatan dan 90 desa, serta tausiyah dari Ustaz Derry Sulaiman.
Illiza menekankan bahwa tradisi maulid adalah identitas masyarakat Aceh yang harus dirawat sebagai jembatan nilai leluhur bagi generasi muda.
“Inilah wajah Banda Aceh, kota yang hidup dari semangat kebersamaan, gotong royong, dan cinta pada agama,” pungkasnya.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

