BANDA ACEH โ Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk H Faisal Ali, mengimbau seluruh masyarakat Aceh untuk mematuhi keputusan pemerintah pusat melalui Kementerian Agama dalam menetapkan Awal Ramadhan 2026.ย
Ulama yang akrab disapa Abu Sibreh ini menekankan pentingnya menjaga persatuan umat dan menghindari perdebatan yang tidak perlu jika terjadi perbedaan penetapan awal puasa melalui sidang isbat.
Abu Sibreh menegaskan bahwa penetapan awal bulan suci yang dilakukan pemerintah memiliki landasan yang kuat. Proses tersebut melalui mekanisme sidang isbat yang melibatkan para ulama, ahli falak, dan ormas Islam dengan memadukan metode rukyatul hilal dan hisab sebagai bentuk kehati-hatian.
โSebagai warga negara dan bagian dari umat Islam di Indonesia, sudah sepatutnya kita mengikuti keputusan pemerintah dalam penetapan awal Ramadhan. Itu demi menjaga persatuan dan ketertiban bersama,โ ujar Abu Sibreh, Sabtu (14/2/2026).
Menyikapi potensi perbedaan awal puasa yang kerap terjadi dan merupakan bagian dari khazanah fiqh Islam, Ketua PWNU Aceh meminta masyarakat untuk menyikapinya dengan kedewasaan. Perbedaan yang bersifat furuโiyah (cabang) tidak boleh menjadi pemicu keretakan sosial.
โKalau ada yang memulai puasa lebih dulu atau berbeda satu hari, mari kita saling menghargai. Jangan saling menyalahkan. Jangan sampai perbedaan yang sifatnya furuโiyah ini merusak ukhuwah Islamiyah,โ tegasnya.
Abu Sibreh juga mengajak para tokoh masyarakat, imam masjid, dan pimpinan dayah untuk aktif memberikan edukasi yang menyejukkan kepada jamaahnya. Ia berharap umat Islam lebih fokus pada persiapan spiritual ketimbang menghabiskan energi untuk berdebat.
โYang paling penting bukan kita mulai puasa hari apa, tetapi bagaimana kita menjalankan Ramadhan dengan penuh keikhlasan dan menjaga persaudaraan,โ pungkasnya.
Sumber: NU Online
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

