TAKENGON โ Kondisi Kabupaten Aceh Tengah kini berada dalam status kritis dan terisolasi total. Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, melaporkan langsung kepada Presiden RI melalui Gubernur dan Kepala BNPB bahwa daerahnya “terkepung” bencana tanah longsor yang menutup seluruh akses jalan utama dari dan menuju kabupaten tersebut pada Rabu (26/11/2025).
Laporan dramatis mengenai kondisi daerah tersebut disampaikan Bupati Haili Yoga bersama unsur jajaran pemerintahan setempat melalui unggahan video di akun media sosial TikTok resmi @official_acehtengah_bup_wabup.
Dalam laporannya, Haili menyebutkan bahwa bencana hidrometeorologi yang dipicu hujan deras selama enam hari berturut-turut ini telah menelan korban jiwa sebanyak sembilan orang. Tragisnya, dua jenazah di antaranya hingga kini belum dapat dievakuasi dari timbunan material longsor lantaran minimnya alat berat di lokasi bencana.
Bupati merinci lokasi korban meninggal dunia tersebar di Kampung Paya Tumpi (3 orang), Kampung Daling (3 orang), Jalan Kampung Kelupak Mata (2 orang), dan kawasan objek wisata Natural Park Kampung Tami Delem (1 orang).
“Ini semuanya sudah meninggal dunia. Tapi yang miris, ada dua lagi yang belum bisa kami evakuasi karena kekurangan alat,” ungkap Haili Yoga dikutip pada Kamis (27/11/2025).
Ia mendesak pemerintah pusat dan provinsi untuk segera mengirimkan bantuan alat berat.
“Alat yang kami butuhkan hari ini adalah wheel loader, kemudian ekskavator. Ini sangat kami butuhkan untuk Kabupaten Aceh Tengah,” tegasnya.
Akses Jalan Putus Total dari Segala Arah
Haili menggambarkan kondisi Aceh Tengah saat ini benar-benar lumpuh. Seluruh jalur logistik dan transportasi utama tertutup material longsor, membuat wilayah ini terisolasi dari dunia luar:
- Jalur Bireuen-Takengon: Tertutup di kawasan Merie Satu dan Jamur Ujung (Bener Meriah).
- Jalur KKA/Gunung Salak: Tidak bisa dilalui kendaraan.
- Jalur Takengon-Blangkejeren: Putus total di kawasan Isak.
- Jalur ke Nagan Raya: Tertutup di Paya Kolak, Beutong, dan Genting.
- Jalur Takengon-Pidie: Longsor parah di Rusip dan Pameu.
“Semuanya tidak bisa lagi dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Sehingga daerah Aceh Tengah hari ini betul-betul terkepung akses masuk,” jelasnya.
Listrik Padam dan Ekonomi Lumpuh
Dampak bencana juga memukul sektor ekonomi dan utilitas publik. Jaringan listrik dan telekomunikasi (Telkom) dilaporkan terputus total. Sebanyak 1.023 jiwa (426 KK) kini bertahan di 28 titik pengungsian seperti sekolah dan meunasah.
Secara ekonomi, petani cabai menghadapi kerugian besar. Panen raya seluas 12.000 hektar dengan potensi produksi 300-500 ton per hari terancam busuk karena tidak bisa didistribusikan ke luar daerah.
Menyikapi eskalasi bencana yang terus memburuk dan tanah yang masih bergerak menimbun 13 rumah, Pemerintah Kabupaten resmi menetapkan status darurat.
“Kami sudah menandatangani surat status darurat kebencanaan untuk Aceh Tengah… tertanggal Rabu 26 November 2025,” pungkas Haili Yoga sembari memohon bantuan segera.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

