JAKARTA – Perdana Menteri (PM) Greenland, Jens-Frederik Nielsen, mengungkapkan bahwa Washington masih memiliki hasrat kuat untuk menguasai wilayahnya.
Meski jalur komunikasi diplomatik telah dibuka kembali, Nielsen menyebut upaya AS ambil alih Greenland tetap ada seiring kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih. Pemerintah Greenland menegaskan bahwa kedaulatan wilayah otonom tersebut adalah “garis merah” yang tidak dapat dinegosiasikan.
Ketegangan antara Nuuk (Ibu Kota Greenland) dan Washington perlahan mulai mereda. Dalam wawancara dengan Danish Broadcasting Corporation (DR) yang dipublikasikan Selasa (3/2/2026), PM Nielsen menyambut baik pulihnya komunikasi diplomatik kedua pihak.
“Sekarang kita bisa berhenti saling melempar lumpur melalui media,” ujar Nielsen.
Ia mengonfirmasi bahwa tim kerja gabungan (joint working group) antara Greenland dan Amerika Serikat telah menggelar pertemuan perdana. Langkah ini dianggap sebagai kemajuan signifikan dibandingkan retorika panas yang sebelumnya terjadi di ruang publik.
Kendati pintu dialog terbuka, Nielsen mengingatkan bahwa proses ini masih berada di tahap awal. Kedua belah pihak baru akan mengajukan usulan masing-masing sebelum mencari kesepakatan yang saling menguntungkan.
“Mengingat pembicaraan baru saja dimulai, masih terlalu dini untuk mengatakan seberapa dekat para pihak dalam mencapai kesepakatan,” jelasnya.
Tantangan terbesar dalam negosiasi ini adalah ambisi Presiden AS Donald Trump. Sejak kembali menjabat pada 2025, Trump berulang kali menyatakan keinginannya untuk “menguasai” Greenland.
Hal ini menjadi isu sensitif mengingat status Greenland sebagai wilayah otonom Denmark yang memiliki kendali penuh atas urusan domestik, sementara urusan luar negeri dan pertahanan masih dipegang Kopenhagen.
Pemerintah Greenland mengambil sikap tegas terkait batasan negosiasi. Nielsen menyatakan pihaknya terbuka untuk kerja sama keamanan dan pertahanan dengan AS dalam kerangka perjanjian yang sudah ada (existing defense agreement). Namun, ia menutup pintu rapat-rapat untuk opsi pelepasan kedaulatan atau akuisisi wilayah.
Nielsen menegaskan bahwa kedaulatan merupakan garis merah yang tidak dapat dinegosiasikan. Cakupan kerja sama ke depan akan sangat bergantung pada rincian niat AS, apakah sekadar kemitraan strategis atau tetap bersikeras pada upaya aneksasi yang memicu penolakan keras di Eropa.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


