JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyatakan bahwa negosiasi AS-Iran tengah berlangsung pada Sabtu (31/1/2026). Pernyataan tersebut disampaikan Trump di tengah meningkatnya ketegangan militer dan pengerahan armada tempur besar-besaran Amerika Serikat ke wilayah strategis tersebut.
Dalam wawancaranya dengan koresponden Fox News, Trump mengindikasikan bahwa Washington sedang menempuh jalur diplomasi, namun tetap menyiagakan opsi lain jika pembicaraan menemui jalan buntu. Langkah ini diambil sebagai upaya lanjutan terkait isu nuklir Iran yang selama ini menjadi titik panas hubungan kedua negara.
“Rencananya adalah Iran bernegosiasi dengan kami, dan kita akan lihat apakah ada yang bisa kita lakukan. Jika tidak, kita akan lihat apa yang terjadi,” kata Trump sebagaimana dilaporkan oleh Xinhua.
Ia juga merefleksikan upaya diplomasi masa lalu yang dinilainya belum efektif dalam melucuti kapabilitas nuklir Teheran.
“Terakhir kali mereka bernegosiasi, kita harus melucuti senjata nuklir mereka. Dan Anda tahu itu tidak berhasil. Kemudian kita melucutinya dengan cara yang berbeda, dan kita akan lihat apa yang terjadi,” tambahnya.
Armada Besar dan Kerahasiaan Strategi
Meski membuka pintu negosiasi, Trump menegaskan posisi tawar AS yang didukung kekuatan militer masif. Ia menyebut adanya pergerakan armada militer AS dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Kita memiliki armada besar yang sedang menuju Iran, lebih besar daripada yang pernah kita kerahkan, dan sebenarnya masih ada di Venezuela,” ungkap Trump.
Tertutup pada Sekutu Teluk
Menariknya, Trump menegaskan bahwa AS tidak membagikan detail rencana militernya kepada sekutu Teluk, meskipun mereka berada di kawasan yang sama. Kebijakan ini diambil demi menjaga kerahasiaan strategi tingkat tinggi.
Menanggapi laporan bahwa sekutu di kawasan tersebut belum mengetahui potensi intervensi AS, Trump memberikan jawaban tegas.
“Kita tidak bisa memberi tahu mereka (para sekutu Teluk) apa rencananya. Jika saya memberi tahu mereka rencananya, itu hampir sama buruknya dengan memberi tahu Anda, bahkan bisa lebih buruk lagi,” pungkasnya.
Sumber: Xinhua
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


