JAKARTA โ Kinerja perekonomian nasional terus menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian global. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi triwulan III-2025 berhasil mencapai angka 5,04 persen.
Capaian ini didorong oleh solidnya permintaan domestik, kinerja ekspor yang impresif, serta strategi belanja pemerintah yang kini berbalik arah menjadi ekspansif untuk memacu perputaran roda ekonomi.
Pemerintah “Injak Gas” Belanja Negara
Dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Kamis (20/11/2025), Menkeu Purbaya menyoroti peran vital Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai katalis. Konsumsi pemerintah tercatat tumbuh signifikan sebesar 5,49 persen.
Angka ini merupakan pembalikan arah yang drastis, mengingat pada triwulan I dan II-2025, belanja pemerintah sempat terkontraksi (minus) masing-masing 1,37 persen dan 0,33 persen.
โJadi sekarang kita sudah berhasil membalik arah belanja pemerintah, sehingga dampak belanja pemerintah APBN ke ekonomi jadi positif. Kalau sebelum-sebelumnya menjadi ngerem, sekarang pemerintah juga ikut ngegas perekonomian,โ tegas Purbaya.
PDB Ditopang Konsumsi dan Ekspor
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi tulang punggung Produk Domestik Bruto (PDB Indonesia 2025) dengan pertumbuhan solid 4,89 persen. Optimisme pelaku usaha juga terlihat dari angka investasi (PMTB) yang tumbuh 5,04 persen.
Selain itu, kinerja perdagangan internasional mencatatkan hasil gemilang. Ekspor melonjak hingga 9,91 persen, yang diperkuat dengan pertumbuhan impor yang lebih rendah, sehingga memberikan dampak net export yang positif bagi neraca dagang.
Sektor Manufaktur hingga Pertanian Melesat
Dilihat dari sisi produksi atau lapangan usaha, mayoritas sektor utama berada di zona hijau. Sektor manufaktur tumbuh 5,54 persen berkat kuatnya permintaan domestik dan ekspor.
Sementara itu, sektor informasi dan komunikasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 9,65 persen, disusul sektor transportasi yang tumbuh 8,62 persen seiring lancarnya distribusi barang.
Yang menarik, sektor pertanian mengalami lonjakan drastis. Jika pada triwulan II hanya tumbuh 1,62 persen, pada triwulan III ini melesat menjadi 4,93 persen.
โSektor pertanian meningkat drastis… karena didukung program prioritas pangan Presiden,โ jelas Menkeu.
Sektor konstruksi juga tumbuh stabil di angka 4,2 persen, didorong oleh percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN). Menkeu menegaskan, dengan seluruh sektor berada di zona positif, ekonomi resilien Indonesia semakin teruji menghadapi tantangan ke depan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

