JAKARTA โ Pergerakan Saham DEWA (PT Darma Henwa Tbk) sukses mencuri perhatian pelaku pasar modal. Pada perdagangan Selasa (11/11/2025), emiten kontraktor pertambangan ini melesat tajam hingga 9 persen ke level Rp 434 per lembar.
Kenaikan ini melanjutkan tren positif perseroan, di mana secara year to date (ytd), harga saham DEWA telah terbang tinggi sebesar 290,9 persen, didorong oleh optimisme transformasi bisnis besar-besaran yang tengah dilakukan manajemen.
Proyeksi Laba Melonjak Ribuan Persen
Meski harga sudah membumbung tinggi, kalangan analis menilai PT Darma Henwa Tbk masih memiliki ruang pertumbuhan yang lebar. Henan Putihrai Sekuritas dalam riset terbarunya memprediksi adanya lonjakan kinerja keuangan yang signifikan.
Laba bersih perseroan diproyeksikan meroket hingga 2.448 persen menjadi Rp 418 miliar pada akhir 2025, jauh melampaui capaian tahun sebelumnya yang hanya Rp 16,4 miliar. Tren positif ini diperkirakan berlanjut hingga 2026 dengan taksiran laba bersih mencapai Rp 515 miliar dan pendapatan menembus Rp 6,5 triliun.
Transformasi Operasional Mandiri
Keyakinan terhadap target harga saham DEWA ini didasari oleh keberhasilan strategi operasional perseroan. Riset Henan Putihrai mencatat bahwa DEWA telah menerima 100 persen alat berat XCMG. Hal ini berdampak pada peningkatan kapasitas pengerjaan proyek secara mandiri yang mencapai 125 juta bank cubic meter (bcm) per September 2025.
Sebaliknya, ketergantungan pada subkontraktor berhasil ditekan. Kontribusi pengerjaan proyek oleh subkontraktor turun 32,9 persen menjadi 36,4 juta bcm per September 2025.
“Hal itu sejalan dengan transformasi DEWA yang kini mengandalkan kemampuan sendiri untuk mengerjakan proyek,” tulis riset tersebut.
Ke depan, DEWA bersiap mengerjakan sendiri penambangan di Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) serta membidik kontrak baru dari Arutmin Indonesia dan dua proyek eksternal lainnya.
Potensi “Harta Karun” Emas dan Target Harga
Sentimen positif lain datang dari ekspansi non-batu bara. DEWA telah menuntaskan eksplorasi tahap pertama tambang emas Gayo Mineral Resources (GMR). Hasil awal menunjukkan kandungan emas dan tembaga yang lebih besar dari perkiraan. Pengeboran fase kedua kini tengah berjalan untuk menentukan nilai cadangan pasti.
Melihat fundamental yang kian solid, Henan Putihrai Sekuritas mempertahankan rekomendasi saham buy untuk DEWA.
“Henan Putihrai Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham Darma Henwa (DEWA) dengan target harga Rp 500,” tegas riset tersebut, meyakini upaya pembalikan kinerja akan menciptakan nilai jangka panjang.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

