MEDAN โ Kantor Wilayah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) membunyikan alarm tanda bahaya terkait maraknya aktivitas keuangan ilegal di wilayah tersebut.ย
Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) awal 2025, nilai transaksi deposit Judi Online di Sumut tercatat mencapai angka fantastis, yakni Rp 1,7 triliun.
Kepala OJK Sumut, Khoirul Muttaqien, mengungkapkan fakta miris bahwa ratusan ribu warga terlibat dalam pusaran ini, mulai dari pelajar, mahasiswa, pegawai swasta, hingga aparatur sipil negara (ASN).
Didominasi Pelajar, Deposit Terbesar dari Pegawai Swasta
Dalam acara Medan Sharia Investor City (MAIN STORY) 2025 yang digelar Jumat (21/11/2025), Khoirul memaparkan demografi para pelaku judi daring di provinsi ini. Jumlah pemain tercatat mencapai 460 ribu orang.
โPemainnya 460 ribu orang, dan yang terbesar berasal dari kalangan pelajar serta mahasiswa,โ ungkap Khoirul secara daring.
Meskipun secara kuantitas didominasi pelajar, nilai deposit uang terbesar justru disumbangkan oleh kalangan karyawan swasta. Lebih mengejutkan lagi, data menunjukkan sekitar 1.000 oknum ASN di Sumut turut terjerat dalam praktik haram tersebut.
Sarang Gadai dan Pinjol Ilegal
Selain masalah Judi Online di Sumut, provinsi ini juga menghadapi tantangan berat dari entitas keuangan ilegal lainnya. Sumut tercatat sebagai provinsi dengan jumlah usaha gadai ilegal terbesar di luar Pulau Jawa.
Hingga saat ini, OJK mencatat baru 27 usaha gadai yang mengantongi izin resmi, sementara sisanya masih dalam proses penertiban.
Masalah pinjaman online ilegal (pinjol) dan investasi bodong juga tak kalah meresahkan. Sejak awal tahun, OJK menerima 15 ribu pengaduan nasional terkait pinjol ilegal, di mana 573 di antaranya berasal dari Sumut. Selain itu, terdapat 176 laporan investasi ilegal dari masyarakat Sumut dari total 3.786 aduan nasional.
Peringatan OJK: Prinsip 2L
Menyikapi kondisi ini, Khoirul mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan menerapkan prinsip โ2Lโ yakni Legal dan Logis sebelum melakukan transaksi keuangan.
โCek legalitasnya melalui kontak OJK 157. Lalu lihat logis tidak, kok berani menjanjikan fixed return di atas kewajaran,โ tegasnya.
Ia juga memperingatkan masyarakat untuk menjaga kerahasiaan data pribadi dan tidak sembarangan menjual atau meminjamkan rekening bank kepada orang lain, karena rekening tersebut kerap disalahgunakan untuk menampung dana hasil kejahatan.
โHati-hati dalam berinvestasi. Tetap semangat, ingat prinsip legal dan logis. Pahami apa yang kita investasikan,โ pungkas Khoirul.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

