BANDA ACEH – Menjawab tantangan tingginya angka pengangguran terbuka yang mencapai 5,50 persen, ekosistem startup teknologi Egg Geek resmi meluncurkan Program HIROe Aceh (Human Integration for Reform and Empowerment).
Diluncurkan pada Senin (17/11/2025), inisiatif ini menargetkan 100 tim terbaik untuk menciptakan solusi digital guna mengatasi ketidaksesuaian keahlian (skills mismatch) yang membayangi generasi muda di Tanah Rencong.
Merespons Bom Waktu Bonus Demografi
Peluncuran Program HIROe Aceh ini dilatari oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2025 yang mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Aceh sebesar 5,50 persen. Kondisi ini menjadi sinyal bahaya bagi bonus demografi jika tidak dikelola dengan tepat, terutama terkait tingginya angka pemuda yang tidak bekerja, tidak sekolah, dan tidak mengikuti pelatihan (NEET).
Managing Partner Egg Geek, Hafriz Jafni dalam keterangannya, menegaskan bahwa pendekatan konvensional tak lagi cukup untuk mengatasi masalah pengangguran di Aceh.
“Kita tidak bisa lagi menempatkan pemuda hanya sebagai objek pembangunan. Melalui HIROe, kami ingin mengubah paradigma tersebut. Pemuda Aceh harus menjadi subjek dan motor penggerak utama perubahan sosial-ekonomi daerah,” ujar Hafriz di Banda Aceh.
Inklusif: Individu Tanpa Tim Bisa Mendaftar
Berbeda dengan kompetisi pada umumnya, HIROe dirancang sangat inklusif. Panitia menyediakan fasilitas Team Matching bagi pendaftar individu. Fitur ini memungkinkan sistem mencarikan tim kolaboratif yang sesuai dengan ide dan latar belakang peserta, sehingga siapa pun yang memiliki potensi tetap bisa berkontribusi.
Program ini mengusung tema “Akselerasi Resiliensi Aceh: Solusi Digital Aceh untuk Pembangunan Berkelanjutan”. Para peserta ditantang memecahkan masalah di lima sektor krusial SDGs: Kesehatan Inklusif, UMKM Naik Kelas, Talenta Digital, Kota Cerdas, dan Pemberdayaan Perempuan.
Empat Fase Menuju Dampak Nyata
Egg Geek startup merancang HIROe agar tidak berhenti sebatas ide. Program ini mencakup empat fase komprehensif: Ignite (Penjaringan Ide), Innovate (Inkubasi), Integrate (Demo Day), dan Impact (Pendanaan & Implementasi).
“Visi kami di Egg Geek adalah connecting second-tier cities together. Kami percaya potensi inovasi tidak hanya milik kota besar di Jawa. Pemuda di Provinsi Aceh punya talenta luar biasa yang, jika diberi wadah kolaborasi yang tepat seperti HIROe, mampu menciptakan solusi berdampak global,” tambah Hafriz.
Pendaftaran program ini telah dibuka melalui laman resmi eggeek.id/hiroe. Hafriz juga mengundang pemerintah dan sektor swasta untuk bergabung sebagai mitra strategis demi menciptakan inovasi digital yang berdampak nyata bagi ekonomi Aceh.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


