ACEH – Komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan sosial kembali ditunjukkan oleh Harbour Energy Indonesia. Bekerja sama dengan Yayasan Geutanyoe Aceh, perusahaan ini menyerahkan bantuan panti jompo untuk Yayasan Cut Aminah, Gampong Blang Raleue, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, Rabu (22/10/2025).
Bantuan yang diberikan berupa kursi roda, kipas angin, mesin cuci, kulkas, blender, tong sampah, kacamata baca, walker (alat bantu jalan), hingga peralatan terapi stroke.
Community Investment Manager Harbour Energy Indonesia, Andri Kristianto, menyebutkan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat rentan.
“Ini merupakan program Harbour Energy salah satu bagian dari kontribusinya membantu masyarakat untuk kesejahteraan sosial,” kata Andri.
Ia juga mengapresiasi pengurus Yayasan Panti Jompo Cut Aminah yang tetap konsisten merawat lansia sejak berdiri pada 2003.
“Kami berharap panti ini bisa berlanjut sampai ke depan dalam membantu atau merawat lansia dengan aktivitas sehari-harinya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andri menjelaskan bahwa Harbour Energy berupaya memperkuat peran sebagai mitra pembangunan sosial yang turut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia.
Program Social Care ini dijalankan bekerja sama dengan Yayasan Geutanyo, sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk menyalurkan energi positif dan menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik serta berkelanjutan.
Melalui kolaborasi lintas sektor, Harbour Energy berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan di berbagai wilayah lain, sehingga manfaat sosialnya semakin luas dan berdampak nyata bagi komunitas sekitar.
Panti Jompo Cut Aminah: Rumah Kedua bagi Lansia
Pimpinan Yayasan Panti Jompo Cut Aminah, Tgk. H. Mahyeddin, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan.
“Yayasan ini didirikan pada tahun 2003, juga mendapat dukungan untuk pengembangan panti dari Bupati Aceh Utara, Tarmizi A. Karim pada masa itu. Saat ini ada 33 orang lansia di Panti Jompo Cut Aminah,” ujarnya.
Menurut Mahyeddin, sebagian besar lansia memilih tinggal di panti jompo karena merasa lebih nyaman dengan kegiatan rohani seperti pengajian malam hari. Lansia yang tinggal di panti tidak hanya berasal dari Simpang Keuramat, tetapi juga dari Lhokseumawe.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


