JAKARTA โ Istana Kepresidenan secara resmi memastikan bahwa pembayaran utang pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).ย
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa pelunasan pinjaman kepada kreditor proyek era Presiden Joko Widodo tersebut akan diambil dari kas negara, sesuai komitmen Presiden Prabowo Subianto.
Prasetyo Hadi, yang juga juru bicara Presiden Prabowo, membenarkan rencana penggunaan uang negara tersebut saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2). “Iya (pembayaran utang Whoosh dengan APBN),” tegasnya.
Meski demikian, Prasetyo menjelaskan bahwa mekanisme pembayaran saat ini masih dalam tahap pembicaraan teknis. Proses negosiasi pelunasan utang ini akan dipimpin langsung oleh Rosan Perkasa Roeslani selaku Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Danantara.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), telah membahas isu restrukturisasi keuangan dan utang Whoosh bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 20 Januari 2026.
AHY menekankan bahwa pemerintah sedang mencari solusi terbaik mengingat hal ini berkaitan dengan pihak Tiongkok dan keamanan fiskal perusahaan terkait.
“Prinsipnya adalah sesuai arahan bapak Presiden Prabowo Subianto bahwa negara akan mengambil tanggung jawab juga terkait struktur keuangan,” ujar AHY.
Sebagai informasi, proyek kereta cepat yang dibangun sejak 2016 ini menelan total biaya fantastis mencapai US$ 7,2 miliar atau setara Rp 120 triliun (kurs Rp 16.707 per dolar AS). Angka tersebut terdiri atas investasi awal US$ 6,02 miliar dan pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar US$ 1,21 miliar.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya berkomitmen untuk membayar utang proyek ini sebesar Rp 1,2 triliun per tahun. Pendanaan proyek sendiri 75 persen berasal dari pinjaman China Development Bank dan sisanya dari ekuitas PT KCIC.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

