INSPIRASI NASIONAL

HIROE 2025 Sukses, Inovasi Pemuda Aceh Curi Perhatian

Inovasi Pemuda Aceh

BANDA ACEH Ajang kompetisi Human Integration for Reform and Empowerment (HIROE) 2025 sukses menggelar puncak acara Demo Day secara daring, Sabtu (24/1/2026). Diinisiasi oleh Egg Geek, acara ini menjadi panggung bagi sederet inovasi pemuda Aceh untuk menawarkan solusi nyata atas tantangan global sekaligus mentransformasi peran pemuda dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.

Managing Partner Egg Geek, Hafriz Jafni, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari keinginan kuat untuk mengubah paradigma pembangunan daerah. Menurutnya, pemuda tidak boleh lagi hanya menjadi penonton, melainkan harus menjadi aktor utama perubahan.

“Sejak 2016, kegelisahan kami adalah bagaimana mengubah pemuda Aceh yang selama ini sering ditempatkan sebagai objek pembangunan, menjadi subjek perubahan itu sendiri,” ujar Hafriz, Selasa (28/1/2026).

Tanah Masih Labil, Menteri PU Instruksikan Grouting di Lokasi Longsor Aceh Tengah

Hafriz menambahkan, ketangguhan para peserta inovasi pemuda Aceh sangat teruji. Meski sempat terkendala situasi bencana banjir, mereka tetap tampil prima mempresentasikan ide-ide brilian di hadapan para panelis.

Geser Mentalitas ke Job Creator

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi. Ia menekankan pentingnya pergeseran mentalitas di era digital saat ini.

“Dunia hari ini telah berubah drastis. Saya mengajak seluruh anak muda Aceh untuk mengubah mindset. Jangan menunggu kesempatan datang, tetapi ciptakanlah kesempatan itu melalui ide-ide kreatif dan inovasi,” tegas Illiza.

Waspada Hujan Lebat! Simak Prakiraan Cuaca BMKG 6 Februari di Wilayah Anda

Illiza juga membuka peluang kolaborasi antara pemerintah dan sektor kreatif. Menurutnya, keberanian memulai usaha adalah kunci kemandirian ekonomi. “Mari kita bersinergi pemerintah sebagai fasilitator dan pemuda sebagai eksekutor inovasi,” tambahnya.

Para Pemenang HIROE 2025

Dalam sesi pitching, berbagai solusi ditampilkan mulai dari manajemen sampah hingga Internet of Things (IoT) untuk tambak udang. Para peserta juga mendapat masukan berharga dari panelis ahli seperti Novan Adrian (Co-founder Qasir.id) dan Zulfikar (Co-founder Yagi Natural) mengenai pentingnya mentalitas founder dan etika bisnis.

Setelah penilaian ketat, dewan juri menetapkan tiga pemenang utama yang mewakili wajah baru inovasi pemuda Aceh:

Prabowo Soroti Baliho dan Kabel Semrawut yang Rusak Wajah Kota

  • Best Impact Innovation: Diraih oleh Scholar Dojo, platform micro-learning untuk peningkatan kemampuan menulis dan wawancara kerja.
  • Best Innovation: Diraih oleh Tim Golden (Kimi Parfum), yang sukses mengolah minyak nilam Aceh menjadi produk bernilai tinggi.
  • People’s Choice: Dimenangkan oleh Aceh Heritage Stem Hunt, inovasi gamifikasi pariwisata berbasis pengumpulan stempel digital di situs sejarah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

×
×