NASIONAL

Kapolri Tolak Polri di Bawah Menteri: Lebih Baik Saya Dicopot dan Jadi Petani

Kapolri Tolak Polri di Bawah Menteri
Tangkapan layar - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo berbicara dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). (Bahas/YouTube TVR Parlemen)

JAKARTA Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, secara tegas menyatakan sikap institusinya terkait wacana revisi tata kelola kepolisian. Dalam Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI, Senin (21/1/2026), Jenderal Listyo menegaskan Kapolri tolak Polri di bawah menteri atau kementerian khusus. Ia bahkan melontarkan pernyataan menohok bahwa dirinya lebih memilih menjadi petani daripada memimpin institusi yang independensinya dikebiri.

Di hadapan para wakil rakyat, Listyo menekankan bahwa struktur Polri saat ini yang berada langsung di bawah Presiden sudah sangat ideal. Posisi ini memungkinkan Polri bergerak cepat sebagai alat negara dalam memberikan pelayanan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta penegakan hukum tanpa hambatan birokrasi kementerian.

“Mohon maaf, bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, kami tentunya institusi Polri menolak kalau sampai ada usulan Polri berada di bawah kementerian khusus,” ujar Listyo yang langsung disambut tepuk tangan riuh peserta rapat.

Cara Kemkomdigi Genjot Skill Digital: Siapkan 8.000 Akun Canva Pro Gratis

Menurutnya, menempatkan Polri di bawah kementerian justru berpotensi menimbulkan dualisme kepemimpinan atau “matahari kembar” yang akan memperlambat respons Polri saat dibutuhkan Presiden.

Tolak Tawaran Jadi Menteri

Listyo juga mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa dirinya sempat mendapat tawaran melalui pesan singkat untuk menjabat sebagai Menteri Kepolisian jika wacana tersebut direalisasikan. Namun, tawaran itu ditolaknya mentah-mentah.

“Ada beberapa orang yang menyampaikan ke saya lewat WA, ‘mau ndak Pak Kapolri jadi Menteri Kepolisian?’. Dalam hal ini saya tegaskan… saya menolak polisi di bawah kementerian, dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” tegasnya.

Tanah Masih Labil, Menteri PU Instruksikan Grouting di Lokasi Longsor Aceh Tengah

Baginya, wacana pembentukan Kementerian Kepolisian sama saja dengan upaya melemahkan institusi Polri, melemahkan negara, dan pada akhirnya melemahkan Presiden itu sendiri.

Perjuangkan Sampai Titik Darah Penghabisan

Ketegasan Jenderal bintang empat ini tak berhenti di situ. Ia siap mempertaruhkan jabatannya demi menjaga marwah institusi Bhayangkara. Ia lebih rela dicopot dari jabatannya saat ini daripada harus melihat Polri berada di bawah kendali kementerian.

“Apabila ada pilihan, apakah polisi tetap berada di bawah presiden atau polisi tetap di bawah presiden namun ada menteri kepolisian… saya memilih Kapolri saja yang dicopot,” ucap Listyo.

Waspada Hujan Lebat! Simak Prakiraan Cuaca BMKG 6 Februari di Wilayah Anda

Menutup pernyataannya, Kapolri memberikan instruksi keras kepada seluruh anggotanya untuk satu suara menolak pelemahan institusi tersebut.

“Dan saya minta seluruh jajaran laksanakan ini, perjuangkan sampai titik darah penghabisan,” pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Olympian Nurul Akmal Jadi PPPK Paruh Waktu, Kemenpora Buka Suara

×
×