NASIONAL

Luhut Akui Keuangan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bermasalah Sejak Awal

Proyek Kereta Cepat, luhut, bahas
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menjawab pertanyaan wartawan saat wawancara cegat usai kegiatan “1 tahun Prabowo-Gibran: Optimism 8% Economic Growth” di Jakarta, Kamis (16/10/2025). (ANTARA/Imamatul Silfia/aa)

JAKARTAKetua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengakui kondisi keuangan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh sudah bermasalah sejak awal. 

Pernyataan ini disampaikan dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Kamis (16/10/2025), di tengah sorotan publik terkait besarnya utang proyek transportasi strategis tersebut.

Luhut menegaskan, polemik yang mengaitkan penyelesaian utang kereta cepat dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak relevan. Menurutnya, saat ini utang KCJB hanya tinggal melalui proses restrukturisasi. 

Hasil Sidang Isbat: Awal Puasa Pemerintah Mulai Kamis 19 Februari, Beda Sehari dengan Muhammadiyah

“Saya sudah bicara dengan China karena dari awal saya yang mengerjakan itu. Kita coba perbaiki, audit BPKP, lalu berunding dengan China,” ujarnya.

Ia menambahkan, China telah menyetujui restrukturisasi, meski prosesnya sempat tertunda akibat pergantian pemerintahan. 

“Sekarang tinggal menunggu Keppres agar tim segera berunding. China sudah bersedia, tidak ada masalah,” kata Luhut.

Beban Utang Whoosh Rp 1,2 Triliun per Tahun Akan Ditanggung APBN

Restrukturisasi dan Risiko Utang

Sebagai pejabat yang terlibat langsung sejak awal, Luhut mengakui kondisi keuangan proyek memang tidak sehat. Namun, ia menilai restrukturisasi menjadi jalan keluar yang realistis. Ia juga menepis anggapan bahwa proyek KCJB berisiko menyeret Indonesia ke jebakan utang China, seperti kasus di Sri Lanka.

“Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan kalau pemerintah kompak. Jadi kalau tidak tahu datanya, jangan asal komentar,” tegasnya.

Pentingnya Transparansi Proyek Strategis

Luhut menekankan proyek kereta cepat berbasis data sehingga publik sebaiknya memahami detail sebelum beropini. Ia bahkan mempersilakan pihak yang ingin mengetahui rincian data proyek untuk datang langsung kepadanya.

12.262 Pasien Cuci Darah BPJS Dinonaktifkan, Menkes BGS Usul Reaktivasi Otomatis

Pernyataan ini penting karena proyek KCJB merupakan salah satu infrastruktur unggulan era Presiden Joko Widodo yang kini menjadi perhatian besar publik. Dengan nilai investasi tinggi dan beban utang besar, transparansi serta restrukturisasi keuangan menjadi kunci menjaga keberlanjutan proyek sekaligus kepercayaan masyarakat.

×
×