JAKARTA – Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI secara resmi menyetujui penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2026–2031.
Keputusan yang diambil di Kompleks Parlemen, Jakarta, ini merupakan tindak lanjut dari hasil musyawarah mufakat Komisi XI DPR usai menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon pengganti Juda Agung.
Persetujuan terhadap Thomas Djiwandono diambil setelah Komisi XI DPR melakukan seleksi ketat. Sebelumnya, terdapat tiga nama yang diajukan dan menjalani uji kelayakan, yakni Solikin M. Juhro, Dicky Kartikoyono, dan Thomas sendiri.
Dengan ketukan palu sidang paripurna ini, Thomas resmi menggantikan posisi Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026 lalu.
Jejak Karier dan Latar Belakang
Pria yang akrab disapa Tommy ini bukan orang baru di dunia ekonomi. Lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972, Thomas memiliki darah ekonom yang kental. Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, adalah mantan Gubernur Bank Indonesia, sementara ibunya, Biantiningsih Miderawati, merupakan kakak kandung Presiden Prabowo Subianto.
Lulusan Haverford College (AS) dan Johns Hopkins University ini memulai kariernya justru dari dunia jurnalistik sebagai wartawan magang di Majalah Tempo (1993).
Kariernya terus menanjak dari analis keuangan di Hong Kong, petinggi di Arsari Group, hingga menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) sebelum akhirnya kini berlabuh sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Rincian Harta Kekayaan
Selain rekam jejaknya, sisi finansial Thomas juga menjadi sorotan publik. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2024 yang dilaporkan ke KPK pada 23 Januari 2025, Thomas Djiwandono tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp74,5 miliar.
Aset terbesarnya berupa tanah dan bangunan seluas 2.646 meter persegi di Jakarta Selatan dengan nilai mencapai Rp40,5 miliar.
Sementara untuk urusan transportasi, garasi Thomas diisi oleh koleksi kendaraan mewah yang terdiri dari Toyota Alphard 2.5 tahun 2019 senilai Rp800 juta, Hyundai Staria tahun 2024 seharga Rp1,06 miliar, serta mobil Lexus keluaran 2024 senilai Rp2,35 miliar.
Di samping aset properti dan kendaraan, ia juga melaporkan kepemilikan surat berharga senilai Rp13,07 miliar, kas dan setara kas sebesar Rp14,8 miliar, serta harta bergerak lainnya senilai Rp1,8 miliar.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


