NASIONAL

Wamendagri Bima Arya: Mahasiswa Harus Siap Hadapi Perubahan Geopolitik Global

Wamendagri Bima Arya, mahasiswa, bahas
Wamendagri Bima Arya berpidato dalam pembukaan Binus International Relations Festival (Birfest) 2025 di Auditorium Kampus Anggrek, Jakarta, Rabu (19/11/2025). (Foto: Kemendagri)

JAKARTA โ€“ Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Wamendagri Bima Arya Sugiarto, menekankan pentingnya kesiapan generasi muda dalam merespons dinamika dunia yang kian tak terprediksi.ย 

Saat berbicara di hadapan mahasiswa dalam ajang Binus International Relations Festival (Birfest) 2025, ia mengajak mereka untuk pandai membaca tanda zaman agar Indonesia mampu keluar dari jebakan pendapatan menengah.

Acara yang mengusung tema “The Age of Recalibration: Connecting Youth Across Borders” tersebut digelar di Universitas Binus Kampus Anggrek, Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Hasil Sidang Isbat: Awal Puasa Pemerintah Mulai Kamis 19 Februari, Beda Sehari dengan Muhammadiyah

Dunia sebagai “Menu Pilihan”

Dalam paparan kuncinya, Bima Arya yang berlatar belakang akademisi Hubungan Internasional (HI) menyoroti konsep Menu for Choice. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan strategis sangat bergantung pada kualitas informasi yang dimiliki.

“Dunia adalah menu for choice menurut (teori) Hubungan Internasional. Dunia itu menawarkan macam-macam skenario, macam-macam pilihan, dan tergantung informasi dan ideologi apa yang kita punya, akhirnya kita memutuskan,” ujar Wamendagri Bima Arya dalam keterangan resminya, Kamis (20/11/2025).

Pergeseran Geopolitik dan Bangkitnya “Outsider”

Mantan Wali Kota Bogor ini juga mengulas perubahan lanskap politik global. Jika dahulu dunia terpaku pada blok Perang Dingin, kini muncul aktor-aktor baru atau outsider yang mengubah peta permainan. Ia mencontohkan fenomena Zohran Mamdani di New York hingga Rob Jetten di Belanda.

Beban Utang Whoosh Rp 1,2 Triliun per Tahun Akan Ditanggung APBN

Menurut Bima, pemilih masa kini tidak lagi melihat dikotomi usia tua-muda, melainkan solusi konkret yang ditawarkan.

“Zohran menawarkan the real thing, hal yang sangat konkret sekali, biaya sewa apartemen yang murah, transportasi yang murah, dan juga biaya-biaya kehidupan yang murah. Itu Zohran Mamdani,” jelasnya.

Logika HI dan Bonus Demografi

Menghadapi dua dekade krusial menuju Indonesia Emas, Bima mengingatkan tantangan besar berupa bonus demografi. Mahasiswa dituntut memiliki logika berpikir sistematis untuk membantu negara keluar dari middle income trap.

12.262 Pasien Cuci Darah BPJS Dinonaktifkan, Menkes BGS Usul Reaktivasi Otomatis

“Bayangkan waktu saya seusia kalian, jauh itu negara maju untuk Indonesia. Today, it is so close in 20 years’ time, 20 tahun lagi cepat. Kalau kita berhasil keluar dari jebakan kelas menengah, memanfaatkan bonus demografi maka kita akan menjadi negara maju,” tegasnya.

Bima juga menyinggung dua konsep penting bagi mahasiswa Hubungan Internasional, yakni the logic of two-level games (diplomasi dua level) dan the prisonerโ€™s dilemma. Teori-teori ini dinilai ampuh melatih logika berpikir terstruktur dalam menghadapi tekanan.

“The advantage of being International Relations students is the power of logic. Teori-teori ini membuat kita logic. Teori-teori ini membuat kita berpikir lebih sistematis dan terstruktur,” pungkas Bima Arya.

13,5 Juta Peserta Nonaktif, Kemensos Buka Opsi Reaktivasi PBI JKN Lewat Pemutakhiran Data

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

ร—
ร—