TEKNO

Wamen Nezar Patria Soroti Bahaya Fenomena Bilik Gema di Medsos

Fenomena Bilik Gema, nezar patria, komdigi, bahas
Wamenkomdigi Nezar Patria memberikan keynote speech dalam Forum Stay Safe in Digital Space di Double Tree, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (04/11/2025). (Pey HS/Komdigi)

JAKARTA โ€“ Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, memperingatkan masyarakat akan bahaya fenomena bilik gema (echo chamber) yang kian menguat di platform media sosial.ย 

Fenomena ini membuat pengguna terjebak dalam “kebenaran semu” akibat algoritma media sosial yang hanya menyajikan konten sesuai preferensi pribadi, bukan fakta objektif.

Jebakan Algoritma dan Post-Truth

Dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (6/11/2025), Nezar menjelaskan cara kerja platform digital yang berupaya mempertahankan atensi pengguna. Algoritma mencatat perilaku interaksi pengguna, lalu secara terus-menerus menyodorkan konten serupa. Akibatnya, pengguna hanya terpapar informasi yang mereka sukai.

Prabowo Sediakan Lahan 4.000 Meter untuk Kantor Baru MUI dan Baznas

“Jadi setiap orang di dalam algoritma media sosial sebetulnya hidup dalam bilik gemanya masing-masing, karena dia akan mendapatkan informasi yang sejalan dan sesuai dengan apa yang dia mau,” ujar Nezar.

Kondisi ini, menurutnya, memicu era post-truth dan hyperreality. Di era ini, sentimen dan persepsi personal lebih mendominasi daripada fakta aktual.

“Karena sentimen lebih tinggi pengaruhnya ketimbang fakta, maka kebenaran itu menjadi tidak penting lagi. Jadi media sosial membentuk persepsi. Di situ yang salah bisa jadi benar, yang benar bisa jadi salah,” tegasnya.

Cara Kemkomdigi Genjot Skill Digital: Siapkan 8.000 Akun Canva Pro Gratis

Ancaman AI dan Kurikulum Literasi Baru

Tantangan kian berat dengan pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Teknologi ini mampu memproduksi konten hoaks AI audio-visual yang sangat realistis, memperparah disinformasi di dalam bilik gema.

Merespons hal ini, Kemkomdigi tengah menyusun kurikulum literasi digital baru. Tujuannya agar masyarakat paham cara kerja media sosial dan mampu mengidentifikasi manipulasi konten berbasis AI.

“Dengan cara lama sudah tidak efektif lagi, karena teknologinya sudah berubah sehingga dibutuhkan pendekatan yang baru,” kata Nezar Patria.

Olympian Nurul Akmal Jadi PPPK Paruh Waktu, Kemenpora Buka Suara

Selain edukasi, Kemkomdigi juga memperkuat kerja sama dengan Polri, BSSN, dan BIN untuk menangani penyebaran konten negatif yang masif.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Interpol Resmi Terbitkan Red Notice Riza Chalid, Kini Jadi Buronan Internasional
ร—
ร—