JAKARTA โ Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, memperingatkan masyarakat akan bahaya fenomena bilik gema (echo chamber) yang kian menguat di platform media sosial.ย
Fenomena ini membuat pengguna terjebak dalam “kebenaran semu” akibat algoritma media sosial yang hanya menyajikan konten sesuai preferensi pribadi, bukan fakta objektif.
Jebakan Algoritma dan Post-Truth
Dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (6/11/2025), Nezar menjelaskan cara kerja platform digital yang berupaya mempertahankan atensi pengguna. Algoritma mencatat perilaku interaksi pengguna, lalu secara terus-menerus menyodorkan konten serupa. Akibatnya, pengguna hanya terpapar informasi yang mereka sukai.
“Jadi setiap orang di dalam algoritma media sosial sebetulnya hidup dalam bilik gemanya masing-masing, karena dia akan mendapatkan informasi yang sejalan dan sesuai dengan apa yang dia mau,” ujar Nezar.
Kondisi ini, menurutnya, memicu era post-truth dan hyperreality. Di era ini, sentimen dan persepsi personal lebih mendominasi daripada fakta aktual.
“Karena sentimen lebih tinggi pengaruhnya ketimbang fakta, maka kebenaran itu menjadi tidak penting lagi. Jadi media sosial membentuk persepsi. Di situ yang salah bisa jadi benar, yang benar bisa jadi salah,” tegasnya.
Ancaman AI dan Kurikulum Literasi Baru
Tantangan kian berat dengan pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Teknologi ini mampu memproduksi konten hoaks AI audio-visual yang sangat realistis, memperparah disinformasi di dalam bilik gema.
Merespons hal ini, Kemkomdigi tengah menyusun kurikulum literasi digital baru. Tujuannya agar masyarakat paham cara kerja media sosial dan mampu mengidentifikasi manipulasi konten berbasis AI.
“Dengan cara lama sudah tidak efektif lagi, karena teknologinya sudah berubah sehingga dibutuhkan pendekatan yang baru,” kata Nezar Patria.
Selain edukasi, Kemkomdigi juga memperkuat kerja sama dengan Polri, BSSN, dan BIN untuk menangani penyebaran konten negatif yang masif.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita BAHAS ID WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

